About Solo

Istilah Solo Raya sebenarnya mengacu pada suatu wilayah yang dahulu dikenal dengan istilah Karesidenan Surakarta ( Eks karesidenan Surakarta ). Karesidenan adalah sebuah wilayah yang dipimpin oleh seorang residen pada masa penjajahan dulu. Dahulu ada Karesidenan Surakarta yang wilayahnya meliputi kota Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Wilayah Karesidenan ini serupa dengan wilayah Kerajaan Surakarta Hadiningrat. Keseluruhan wilayah ini menempati area seluas 5.722,38 km2.Istilah Solo raya memang diciptakan untuk menggantikan istilah Subosukawonosraten. Subosukowonosraten adalah singkatan dari wilayah-wilayah yang tergabung yaitu. surakarta,boyoali, sukoharjo, Karang Anyar, Wonogiri sragen. Klaten. Solo Raya memiliki Slogan Solo Spirit of Java. Dengan Slogan itu Solo raya ingin menegakkaan kembali semangat adi luhung budaya jawa dalam pembangunan wilayah.

Bengawan Solo

Bengawan Solo, Riwayatmu ini, Sedari dulu jadi…, Perhatian insani, Musim kemarau., Tak seberapa airmu, Dimusim hujan air.., Meluap sampai jauh, Mata airmu dari Solo, Terkurung gunung seribu, Air meluap sampai jauh, Dan akhirnya ke laut, Itu perahu, Riwayatnya dulu, Kaum pedagang selalu…, Naik itu perahu

Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Gladak Langen Bogan

Gladak Langen Bogan (GALABO) yang merupakan tempat wisata kuliner terbaik di Solo / Surakarta ternyata juga menarik perhatian mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri. Pada kesempatan liburan bersama keluarga dan mengunjungi GALABO.kebetulan dapat bertemu rombongan Bapak Walikota Solo Joko Widodo dan Bapak Wakil Walikota Solo FX. Rudy yang mengantar Ibu Megawati Soekarnoputri bersama Bapak Taufik Kiemas untuk mencicipi kelezatan kuliner kota Solo.
Mengunjungi dan mencoba langsung kenikmatan kuliner unggulan Solo yang beragam memang sangat mudah dilakukan dengan adanya GALABO ini. Mulai dari tengkleng pasar Klewer , sate kere Yu Rebi , bebek goreng Pak Slamet , Gudeg Ceker Bu Kasno dan masih banyak lagi semua kumpul disini. Nah bagi para pecinta maupun pemburu kelezatan kuliner monggo mengunjungi langsung GALABO dan membuktikan sendiri keunggulan kuliner Solo.
Lokasi : Gladak - depan PGS (Pusat Grosir Solo) / BTC (Beteng Trade Center)
Jam Buka : 18.00 – malam (senin-minggu)



Kampung Batik Kauman

Masjid Agung didirikan oleh PB III pada tahun 1757M atau tahun wawu 1689 Saka, 12 tahun setelah kerajaan Kartasura dipindahkan ke Surakarta. Dengan bentuk mirip masjid Agung Demak dan masuk lingkungan Kauman, oleh karena itu kemungkinan lingkungan kampung Kauman berdirinya juga sekitar tahun-tahun tersebut.
Pada waktu perayaan sekaten dibunyikuan 2 buah gamelan yang ditempatkan di dalam lingkungan masjid agung yang bernama gamelan Kiai Guntur Madu yang dibuat oleh PB IV pada tahun 1718 jawa diletakkan di bagian selatan dan di bagian utara gamelan Kiai Guntur Madu Sari yang dibuat oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada tahun 1566 Jawa.
Kampung Kauman mempunyai kaitan erat dengan sejarah perpindahan kraton Kartosuro ke Solo yang kemudian berubah nama menjadi Kasunanan. Kauman merupakan tempat ulama yang terdiri dari beberapa lapisan masyarakat mulai dari penghulu tafsir anom, ketip, modin, suronoto dan kaum. Keberadaan kaum sebagai penduduk mayoritas di kawasan inilah yang menjadi dasar pemilihan nama "kauman".
Masyarakat kaum (abdi dalem) mendapatkan latihan secara khusus dari kasunanan untuk mebuat batik baik berupa jarik/selendang dan sebagainya. Dengan kata lain, tradisi batik kauman mewarisi secara langsung inspirasi membatik dari Ndalem Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Berdasarkan bekal keahlian yang diberikan tersebut masyarakat kauman dapat menghasilkan karya batik yang langsung berhubungan dengan motif-motif batik yang sering dipakai oleh keluarga kraton. Dalam perkembangannya, seni batik yang ada di kampung kauman dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu batik klasik motif pakem (batik tulis), batik murni cap dan model kombinasi antara tulis dan cap. Batik tulis bermotif pakem yang banyak dipengaruhi oleh seni batik kraton Kasunanan merupakan produk unggulan kampung batik kauman. Produk-produk batik kampung kauman dibuat menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, katun jenis premisima dan prima, rayon.
Kampung yang memiliki 20-30an home industri ini menjadi langganan dari para pembeli yang sudah terjalin secara turun temurun dan wisatawan mancanegara (Jepang, Eropa, Asia Tenggara dan Amerika Serikat). Keunikan yang ditawarkan kepada para wisatawan adalah kemudahan transaksi sambil melihat-lihat rumah produksi tempat berlangsungnya kegiatan membatik. Artinya, pengunjung memiliki kesempatan luas untuk mengetahui secara langsung proses pembuatan batik. Bahkan untuk mencoba sendiri mempraktekkan kegiatan membatik.
Disamping produk batik, kampung batik Kauman juga dilingkupi suasana situs-situs bangunan bersejarah berupa bangunan rumah joglo, limasan, kolonial dan perpaduan arsitektur Jawa dan Kolonial. Bangunan-bangunan tempo dulu yang tetap kokoh menjulang ditengah arsitektur modern pusat perbelanjaan, lembaga keuangan (perbankan dan valas), homestay dan hotel yang banyak terdapat disekitar kampung kauman. Fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di sekitar kampung kauman ini jelas menyediakan kemudahan-kemudahan khusus bagi segenap wisatawan yang berkunjung dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain di luar batik.


Solo Square

Solo Square adalah mal berkelas menengah ke atas dengan desain modern dan elegan. Lokasinya sangat strategis dan sangat mudah di jangkau dengan segala transportasi darat.mengingat dekat dengan jalur bus dan pangkalan taksi. Di tempat ini terdapat supermarket, food court, da counter-counter dari produk berkelas dan berkualitas.

Pasar Singosaren

Awalnya di tempat ini hanya terdapat pasar tradisional yang dikenal dengan Pasar Singosaren. Seiring perkembangannya tempat ini menjadikan perpaduan antara pasar tradisional dan moderen. Dikatakan demikian karena meskipun dibangun Plaza Singosaren yang di dalamnya terdapat supermarket, gedung bioskop, pusat penjualan telepon seluler, kebutuhan sandang dan lain-lain, namun pasar tradisional yang menjual kebutuhan pangan itu masih ada di sisi lain dalam Plaza Singosaren ini.


Solo Paragon

source : Ampelio - kaskus.us (from the official brochure)
Wah Solo bakal makin TOB MARKOTOB , setelah Kusuma Mulia Tower kini tampaknya bakal hadir sebuah Apartemen yang dilengkapi dengan Lagoon Pool (atau sebaliknya ya???) , plus tambahan fasilitas pendukung seperti meeting room, fitness center , city walk , dll.
Lokasi : JL. Yosodipuro 133 Solo - Jawa Tengah


Phone : 0271 795 5810s

ms :0813 9395 1881



PUSAT GROSIR SOLO (PGS)

PGS adalah pasar moderen yang terletak bersebelahan dengan BTC dan sudah barang tentu memiliki karakter penjualan yang sama. Tidak berbeda dengan di BTC, di tempat ini barang yang dijual juga dapat ditawar. Perbedaannya di sini tidak menjual sepatu, tas, dan dompet. Melainkan baju/kemeja, celana, rok dan lain-lain. Dengan kata lain saling melengkapi kebutuhan sandand dalam satu kawasan.


Pujamari & Batik Sukowati

Wisata kuliner digabungkan dengan wisata belanja adalah konsep dasar dari Pujamari (Pusat Jajan Malam Hari) dan Pusat Grosir dan Eceran Batik Sukowati (nama lain Sragen). Dengan berlokasi di tempat yang sama dan dekat dengan alun-alun kota maka tempat ini sangat ramai dikunjungi masyarakat. Pujamari menghadirkan keunggulan kuliner yang khas dan beragam mulai dari nasi liwet , sambal tumpang , tengkleng sapi (bukan tengkleng kambing) , dll . Batik Sukowati sendiri merupakan showroom dari pengrajin batik yang ada di Sragen (Sukowati). Jadi penggabungan Pujamari maupun Batik Sukowati pastinya menarik dan sangat layak untuk dikunjungi


Macro Cash & Carry

Sebuah tempat perbelanjaan modern yang terletak di Jl. Bhayangkara ini menawarkan penjualan barang dengan system grosir. Maka tak heran bila anda membali barang dalam jumlah tertentu harganya akan jauh lebih murah, daripada anda membeli secara eceran. Tempat ini sangat cocok bagi para pedagang kelontong atau bagi anda yang belanja banyak untuk kebutuhan satu bulan.



Pasar Burung Depok

Di pasar ini dapat dijumpai berbagai jenis burung sepreti cocak rowo, jalak, burung dara dan berbagai jenis lainnya.binatang peliharaan lain seperti ayam bekisar,bajing dan lain-lain juga dapat dijumpai. Pasar ini terletak di dekat Taman Balaikambang.


Kraton Kasunanan Surakarta

Titik akses utama menuju Keraton Surakarta dari arah utara sesungguhnya adalah Tugu Pamandengan. Tugu ini terletak sekitar 300 meter ke arah utara dari gerbang utama keraton yang disebut Gapura Gladag, tepat di depan Balaikota Surakarta saat ini.
Tugu Pamandengan berfungsi sebagai titik fokus pandangan Sri Susuhunan Pakubuwono ketika beliau duduk sinewoko di tempat yang ditinggikan di Bangsal Pagelaran. Memfokuskan pandangan pada Tugu Pamandengan terutama bagian puncaknya, dipercaya sebagai salah satu sarana meditasi yang sangat kuat bagi Sri Susuhunan Pakubuwono.
Lurus ke arah selatan dari Tugu Pamandengan terdapat satu gapura besar yang berfungsi sebagai pintu gerbang pertama memasuki kawasan keraton dari arah utara, gerbang ini dinamakan Gapura Gladhag. Gapura ini dibangun pada tahun 1913 M dan diperbaiki pada tahun 1930 M. Gapura Gladhag dihiasi dengan 48 motif dan 48 garis yang membentuk pagar, sebagai tanda peringatan ulang tahun Sri Susuhunan Pakubuwono X.
Di depan gapura, di sebelah kiri dan kanannya, berdiri dua buah arca kembar besar. Arca yang berwujud raksasa ini dinamakan Arca Pandhito Yakso, yang dibuat di Pandansimping Klaten.Pada jaman dahulu tempat di belakang Gapura Gladhag dipergunakan sebagai tempat mengekang binatang-binatang hasil perburuan sebelum disembelih. Makna simbolis yang ada di area Gladhag adalah manusia yang ingin mendapatkan kekuatan fisik dan spiritual harus mampu menahan dan mengekang hawa nafsu.
Sebelum memasuki alun-alun utara kita melewati lagi gapura yang kedua dan ketiga, yang dinamakan Gapura Pamurakan, tempat ini dihiasi dengan motif dekorasi api dan matahari. Di tempat ini dulu dilakukan pemotongan hewan hasil perburuan seperti babi hutan, menjangan dan lain-lain untuk dibagikan pada rakyat. Tempat penyembelihan yang disebut Centheng dan berusia lebih dari 500 tahun, masih dapat ditemui sampai sekarang. Makna simbolis dari area ini adalah manusia harus mampu menahan/ membunuh emosi dan amarah.Di sebelah selatan Gapura Pamurakan ditanam pohon beringin. Yang di sebelah kiri diberi nama Weringin Wok, yang artinya perempuan, sedangkan yang di sebelah kanan diberi nama Weringin Djenggot yang artinya laki-laki. Kedua pohon beringin ini pada jaman dahulu dipergunakan sebagai tempat istirahat prajurit Bang Wetan dan Bang Kulon.

Balekambang

Taman Balekambang dibangun oleh Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegoro VII pada tahun 1921 sebagai tanda cinta beliau kepada dua putri beliau. Itulah sebabnya pada awalnya taman ini dibagi menjadi dua area. Area pertama diberi nama Partini Tuin yang berarti Taman Partini. Partini adalah nama putri tertua Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegoro VII. Area kedua dinamakan Partinah Bosch yang berarti Taman Air Partinah. Seperti halnya Partini, Partinah juga adalah putri dari Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegoro VII. Kedua taman inilah yang dikemudian hari oleh masyarakat Solo lebih dikenal sebagai Taman Balekambang.

Selain keberadaan taman hutan kota dan taman air, Balekambang juga terkenal oleh keberadaan gedung pertunjukan Ketoprak-nya. Pada masa kejayaannya, sebelum era pertelevisian swasta, gedung pertunjukan Ketoprak selalu ramai penuh penonton. Mereka rela berdiri berdesakan jika tidak mendapatkan tempat duduk. Salah satu group yang dibesarkan gedung ketoprak ini adalah kelompok Srimulat Solo yang dipimpin oleh Bapak Teguh Almarhum.

Seiring berjalannya waktu pamor Taman Balekambang mulai meredup. Gedung ketoprak yang biasanya penuh mulai ditinggalkan oleh penontonnya yang lebih memilih menonton televisi di rumah. Taman air yang jernih berubah menjadi keruh dan tidak menarik. Pemerintah daerah saat itu, yang melihat keberadaan taman yang mulai ditinggalkan berusaha menarik perhatian pengunjung dengan menyewakan lahan yang ada pada pelaku dunia hiburan. Hasilnya di dalam taman muncul diskotik, panti pijat dan restoran yang mengakibatkan Taman Balekambang dikonotasikan secara negatif oleh masyarakat.

Saat ini (tahun 2008) Pemda Surakarta berusaha melakukan revitalisasi Taman Balekambang untuk dikembalikan ke kondisi semula setelah selama bertahun-tahun tenggelam dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Revitalisasi ini merupakan rencana pemda setempat untuk mengembalikan ruang terbuka publik dan menambah daerah resapan air. Sebuah rencana mulia yang wajib untuk didukung.

Saat ini, sekali lagi Taman Balekambang muncul menjadi hutan kota yang nyaman yang dilengkapi dengan tumbuhan langka berukuran besar, patung-patung, air mancur, amphi theater dan kursi taman berdesain unik. Dibutuhkan komitmen dari semua pihak, terutama pemda Solo dimasa mendatang untuk tetap menjaga dan melestarikan keberadaan taman ini. Peran serta masyarakat pun tidak kalah pentingnya untuk turut melindungi dan menjaga taman ini. Coretan-coretan yang dilakukan oleh warga masyarakat yang mengunjungi taman sudah mulai terlihat di beberapa tempat. Sangat disayangkan.



Pandawa water world

Air dianggap dapat menenangkan jiwa. Tidak heran, berbagai obyek wisata air baik wisata air alami maupun buatan kerap menjadi sasaran kunjungan untuk menghabiskan masa libur.
Di wilayah Solo Raya, ada obyek rekreasi air baru. Berlokasi di Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Pandawa Water World (PWW) menjadi salah satu alternatif pilihan mengisi masa berlibur bersama keluarga.

Mengikuti tren obyek wisata air lainnya, PWW tidak mau ketinggalan menawarkan wahana yang sedang digemari kini, water boom. Wahana lainnya adalah volcanic pond atau kolam air panas, water curtain, aerated crater, raft slide, racer slide, earth shower dan mountain cavern.
Selain menawarkan suasana rekreatif, atmosfer petualangan muncul kala me-nikmati beberapa wahana yang menantang nyali, seperti bungee jumping, body slide dan black hole.

PWW yang ingin langsung dikenal dan melekat di benak masyarakat kemudian menerapkan strategi mengangkat wayang guna memberi karakter pada wahana-wahana yang ada. Sebagai contoh, kolam ombak bernama Kresna Wave Pool. Wahana bungee jumping disebut Gatotkaca Bungee Tower dan Gatotkaca Drop Pool, sedangkan kolam anak dan balita berjudul Kunti Children and Toddler Pool.
Penamaan sekaligus personifikasi tokoh wayang tersebut berupa patung berukuran sangat besar yang mencolok dan menjadi kekuatan desain area water world secara keseluruhan.

Harga tiket masuk Rp 100.000 per orang untuk Sabtu-Minggu, Rp 35.000 per orang tiap Senin, dan Rp 50.000 per orang Selasa-Jumat.
Pada akhir pekan dan hari libur nasional, PWW dibuka pukul 08.00- 18.00. Sisanya dibuka pukul 10.00-18.00.
Untuk keamanan ada 25 life guard untuk tiap sif jaga. Jika ingin nyaman, bermain air lebih menyenangkan kala pagi atau sore hari ketika surya tidak terlalu terik.




Pasar Gedhe

Menurut RM Sajid dalam buku berjudul Babad Sala, meski di Kota Solo banyak terdapat pasar, tak ada yang menyamai pasar itu. Begitulah Pasar Gede Solo, yang sampai sekarang masih tetap tumbuh dan berkembang sebagai salah satu pasar tradisional.
Boleh jadi, apa yang dikemukakan oleh penulis buku tersebut bukanlah sekadar membesar-besarkan. Setidaknya, ada beberapa hal yang menengarainya. Yaitu di antaranya, sejarah pada awal-awal 1900-an Masehi yang telah turut mengiringi perjalanan itu.
"Kajawi kathah griya los-losanipun ingkang ageng-ageng, pasaripun lumintu saben dinten boten wonten gothangipun. Bibaripun tiyang sesadeyan kirang langkung jam gangsal sonten. (Selain banyak ruko-ruko yang besar-besar, pasarnya setiap hari selalu ramai. Selesainya orang berdagang, kurang lebih pukul 17.00)," papar RM Sajid dalam buku tersebut.

Itulah, di antara beberapa tengara yang sesuai dengan namanya, kemudian membuat Pasar Gede benar-benar menjadi besar. Bandingkan dengan pasar lain, yang tingkat keramainnya dipengaruhi oleh hari pasaran. Misalnya Pasar Legi, Pasar Kliwon, dan Pasar Pon.
Di sisi lain, yang juga menjadi bukti tentang kebesaran pasar tersebut, adalah dengan sudah diberlakukannya sistem jual dan sewa terhadap ruko maupun tempat lain untuk berjualan. Sebuah sistem yang menurut penulis masih belum umum pada saat itu.Ada sebuah fenomena lagi, yang kemudian semakin mengukukuhkan keberadaan Pasar Gede Solo. Itu terjadi pada 1927, saat Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono (PB) X merehab bangunan pasarnya.
Ya, karena dengan pembangunan ulang itulah, muncul sejarah pasar tradisional yang bukan hanya untuk tataran wilayah Kota Solo, namun seluruh Indonesia. Betapa tidak, jika dengan pembangunan ulang tersebut, pasar itu kemudian menjadi pasar pertama bertingkat di Indonesia. "Nalika 1927, Pasar Gedhe wau dipun dandosi sae kanti waragat ingkang boten sekedhik, inggih punika 300 ewu gulden. Lajeng dados peken sepisanan ingkang tumpuk kalih. (Pada 1927, Pasar Gede itu dibangun ulang dengan biaya yang tidak sedikit, yakni 300 ribu gulden," tandasnya.

Demikianlah, di antaranya, sejarah yang mengiringi Pasar Gede. Kini, pasar tersebut masih tetap tumbuh dan berkembang. Meski pada 1998 pernah dilalap api, dua tahun kemudian pasar itu kembali dibangun dengan tetap mempertahankan bentuk arsitektur aslinya. (sumber: Wisnu Kisawa - Suara Merdeka)



Pasar Barang Antik Triwindu


Pasar Triwindu, demikian tulisan yang tertera di pucuk gapura itu. Sekilas tidak ada yang istimewa dari gapura tersebut, namun ketika kita sudah melewatinya, barulah kita akan tahu apa yang disuguhkan dan menjadi keunikan pasar itu. Seketika mata akan dimanjakan oleh beragam barang-barang antik yang dipajang di kios-kios. Mulai dari hiasan pintu sampai patung batu bisa ditemukan di sini, dari wayang sampai meriam logam juga ada.Jangan kaget ketika menemukan setrika arang dengan ciri khas patung jago dipucuknya itu, juga ketika kusamnya uang-uang logam jaman baheula menyapa mata kita, dan tak terhitung topeng-topeng kayu warna-warni yang tersedia di komplek pasar ini. Banyak barang tak terduga yang bisa kita jumpai, bahkan konon dulu pernah ada barang antik dari Keraton Solo yang ‘nyasar’ di Pasar Triwindu, jika anda penasaran boleh ditanyakan kepada para pedagang di sana.

Keramahan khas Solo dari para pedagangnya, akan membuat kita betah mondar-mandir di Pasar Triwindu ini. Tawar menawar harga dengan pedagang merupakan hal yang jamak, jadi seberapapun kayanya anda, jangan pernah malu untuk meminta harga yang lebih murah dari yang disebutkan pedagang.Gang demi gang di komplek pasar tersebut memang dijejali kios-kios yang menyuguhkan barang antik, baik yang benar-benar antik, maupun barang baru yang sengaja dibuat tampak antik. Perlu ketelitian lebih untuk membedakan keduanya.Pasar minat khusus yang tertata rapi itu telah lama menjadi salah satu trademark kota Solo, bisa dibilang belum komplit dolan ke Solo kalau belum mengunjungi pasar Triwindu. Rencana Pemkot Solo untuk menata ulang Pasar Triwindu ini semoga tidak akan menghilangkan keunikannya yang telah melegenda di Jagat Pariwisata Indonesia.Jadi tidak ada salahnya menambahkan Pasar Triwindu ke dalam daftar kunjungan anda saat dolan-dolan ke kota Solo.satu lagi, ketika anda berkunjung ke Pasar Triwindu, silahkan mampir ke warung soto sapi Triwindu yang terletak di sebelah belakang pasar ini. Tidak ada hal yang lebih dashyat dari menyantap lezatnya soto sapi setelah lelah berkeliling mencari barang antik. Jadi tunggu apalagi? Segera siapkan dompet anda dan berangkat berburu barang antik di Pasar Triwindu, sampai ketemu di sana...




Solo Grand Mall

Solo Grand Mall yang dibangun di atas lahan seluas 12.080 m2, merupakan bangunan pusat perdagangan yang bernuansa Mall, dimana bangunan komersial ini terdiri atas 7 lantai dengan total luasannya 63.000 m2. Pengertian trade center disini lebih merupakan pusat perdagangan dimana Management Solo Grand Mall menyediakan 529 ruang usaha untuk berbagai macam kegiatan bisnis. Sedangkan pengertian Bernuansa Mall tidak lain adalah kelengkapan fasilitas bangunan layaknya sebuah Mall, standar bangunan dan nuansa bangunan yang kurang lebih sama dengan sebuah Mall, serta pengelolaan secara professional yang layaknya diterapkan pada bangunan Mall. Sedangkan konsep yang melatar belakangi fungsi bangunan tersebut diatas adalah :one stop family entertainment and recreation, dimana Solo Grand Mall menyediakan pelayanan yang dilengkapi dengan fasilitas hiburan serta rekreasi keluarga bagi para pengunjung yang ingin berbelanja berbagai macam kebutuhan dengan aneka variasinya tanpa memakan banyak waktu dan lebih efisiensi biaya karena para pengunjung tidak perlu berpindah lokasi. Dengan kata lain segala kebutuhan tersedia di Solo Grand Mall.Solo Grand Mall saat ini merupakan Mall terbesar dan terlengkap bagi kota Solo dan sekitarnya, mulai beroperasional sejak 4 Desember 2004. Dari 529 total unit ruang usaha, telah terjual sebanyak 96% ruang usaha dari total unit yang tersedia, dan tenant yang telah bergabung diantaranya sebagai berikut :

Lantai Basement: Hypermart
Lantai Dasar : KFC, Texas Fried Chicken, Es Tentrem, Apotik Plus, DRTV, Indomusic, Matahari Department Store, BreadTalk, Roti Dika, Asia Bakery, Sport Station, Kassaya Parfum, Iwan Fashion, Salon Christoper, Julia Jewelery, Love Jewelery, Indomusic, Nakamura The Healing Touch
ATM Center Bank Bukopin, Bank Mandiri, BNI, NISP, Lippo Bank, Bank Permata dan Bank Niaga.

Lantai 1: Matahari Dept. Store, FILA, Adidas, My Salon, Metta Fashion, Pizza Hut, Danzer, Famous Shoes, Toko Mas Semar, ATM BCA, Johnny Andrean Salon, Beauty Shop, Naughty Accessories, Mode Collection, Celcius ,dll.
Lantai 2 : FASHION WEAR – branded Store ( Kappa, Hush Puppies, Green Light, 3 Second, Country Fiesta, Ocean Pacific, Lea Jeans, Basic Elemen, JOBB), AMAZONE, Roti Boy, Ferry Internasional, Counter Culture, Benhill, Maugust, Tumble Tots School, Kurnia Music, Toko Buku Karisma, Stroberi, Ichiban Crepes, Number 61,dll.
Lantai 3 :
- Game Centre: Timezone & Fantasy Kingdom - Beauty School: Rudi Hadisuwarno School - CDs & Cassettes: Indo Music - Area Resto: Mie Menteng, Hayam Muruk Resto, California Fried Chicken, Es Teller 77, Bakso Lapangan Tembak Area Foodcourt: Baskin $ Robbin Kedai Cobek, Mister Baso, Buffet Ice,Oriental, FB Resto, Kedai Enak, Moen-Moen, Xiang wei, Kedai BIO, Red Bean, Café Pesona, Oshin Tepanyaki, Bakso Gres, Warung Bu Lin, Mie Hantaro, Sea Food Nelayan, Oishii Bento, Sapo-Sapo, Pempek Anugerah, Klenting Kuning, Valentine, Mie Horizon, Iki Wae, Holland Steak, Nasi Kabul
 

different paths

college campus lawn

wires in front of sky

aerial perspective

clouds

clouds over the highway

The Poultney Inn

apartment for rent